Mungkin Kita Hanya Sedang Menanam

Rp100,000

Judul : Mungkin Kita Hanya Sedang Menanam
Penulis : Rahmi Oktariza
Ukuran : 14 x 21 cm
Penerbit : CV. Firaz Media

BLURB :
Ada masa ketika kita sudah berusaha sebaik mungkin,
tetapi tidak ada yang berubah. Kita menulis, tetapi tak banyak yang membaca. Kita berbagi, tetapi tak selalu dihargai. Kita membantu, tetapi nama kita mungkin tak pernah disebut.
Kita berjalan pelan, sementara orang lain tampak sudah jauh di depan. Lalu diam-diam kita bertanya: “Untuk apa semua ini?”

Mungkin kita lupa bahwa tidak semua yang kita lakukan hari ini ditakdirkan untuk segera kita lihat hasilnya. Ada benih yang membutuhkan musim. Ada tulisan yang membutuhkan waktu untuk menemukan pembacanya. Ada kebaikan yang baru terasa ketika kita bahkan sudah lupa pernah melakukannya.

Buku ini adalah tentang mereka yang tetap memilih menulis meski belum merasa cukup. Tentang mereka yang tetap berbagi meski belum mendapatkan tepuk tangan. Tentang mereka yang terus melangkah meski jalannya pelan.

Mungkin, kita tidak sedang mengejar nama. Kita sedang meninggalkan sesuatu. Sebuah gagasan. Sebuah keberanian.Sebuah ilmu. Sebuah kebaikan.

Siapa tahu, bertahun-tahun dari sekarang, sesuatu yang kita anggap kecil hari ini justru menjadi tempat seseorang menemukan arah, menemukan harapan, atau menemukan keberanian untuk memulai.

Kita mungkin tidak akan pernah tahu siapa yang akan menikmati teduhnya. Kita hanya tahu bahwa tanah ini perlu ditanami. Maka tulislah. Bagikanlah. Bantulah. Teruslah bertumbuh. Sebab tidak semua orang ditakdirkan melihat pohon yang ia tanam. Namun, setiap orang masih bisa memilih: akan menanam atau hanya menunggu.

Add to Wishlist
Add to Wishlist

Description

Judul : Mungkin Kita Hanya Sedang Menanam
Penulis : Rahmi Oktariza
Ukuran : 14 x 21 cm
Penerbit : CV. Firaz Media

BLURB :
Ada masa ketika kita sudah berusaha sebaik mungkin,
tetapi tidak ada yang berubah. Kita menulis, tetapi tak banyak yang membaca. Kita berbagi, tetapi tak selalu dihargai. Kita membantu, tetapi nama kita mungkin tak pernah disebut.
Kita berjalan pelan, sementara orang lain tampak sudah jauh di depan. Lalu diam-diam kita bertanya: “Untuk apa semua ini?”

Mungkin kita lupa bahwa tidak semua yang kita lakukan hari ini ditakdirkan untuk segera kita lihat hasilnya. Ada benih yang membutuhkan musim. Ada tulisan yang membutuhkan waktu untuk menemukan pembacanya. Ada kebaikan yang baru terasa ketika kita bahkan sudah lupa pernah melakukannya.

Buku ini adalah tentang mereka yang tetap memilih menulis meski belum merasa cukup. Tentang mereka yang tetap berbagi meski belum mendapatkan tepuk tangan. Tentang mereka yang terus melangkah meski jalannya pelan.

Mungkin, kita tidak sedang mengejar nama. Kita sedang meninggalkan sesuatu. Sebuah gagasan. Sebuah keberanian.Sebuah ilmu. Sebuah kebaikan.

Siapa tahu, bertahun-tahun dari sekarang, sesuatu yang kita anggap kecil hari ini justru menjadi tempat seseorang menemukan arah, menemukan harapan, atau menemukan keberanian untuk memulai.

Kita mungkin tidak akan pernah tahu siapa yang akan menikmati teduhnya. Kita hanya tahu bahwa tanah ini perlu ditanami. Maka tulislah. Bagikanlah. Bantulah. Teruslah bertumbuh. Sebab tidak semua orang ditakdirkan melihat pohon yang ia tanam. Namun, setiap orang masih bisa memilih: akan menanam atau hanya menunggu.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Mungkin Kita Hanya Sedang Menanam”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *