Nonfiksi – Zikiran Sultan
Rp92,000
Judul : Zikiran Sultan
Penulis : Ahmad Syaikhu
Penerbit : CV Firaz Media
Cetakan : Pertama, 2022
Dimensi : 14 x 21 cm
Harga : 92.000
Blurb :
Tradisi keagamaan ini sebenarnya lebih kepada bentuk Shalawatan atau puji-pujian. Be berapa kalangan menyebutnya dengan Wiridan Ba”da Taraweh atau bisa juga Shalawatan Kenari. Namun, istilah Zikiran Sultan lebih populer di tengah masyarakat Kampung Selatip. Tradisi itu awalnya adalah upacara penyambutan atas datangnya utusan sultan yang membawa perintah Syarif Mekkah sekaligus penobatan gelar sultan di masa Sultan Abul Mafakhir, dalam perkembangannya terjadi dialektika tafsir sehingga membentuk suatu tradisi seperti sekarang ini. Seiring perkembangan waktu, tradisi itu mengalami perubahan diantaranya pada makna bacaan zikiran, penghayatan dalam ritual, dan tingkat popularitasnya.
Beberapa faktor umum juga mewarnai terjadinya perubahan dalam tradisi tersebut, di antaranya: latar belakang ekonomi; politik; pendidikan; keamanan; dan pengaruh kebudayaan lain. Beruntunglah, dengan amanat wasiat ulama, kesakralan momen bulan ramadhan, legiti masi ketokohan ulama dan dengan didorong semangat keagamaan, fenomena perubahan terse but tidak begitu signifikan dan keberadaannya masih dapat dipertahankan. Adapun untuk men gungkap fenomena tersebut, metode yang digunakan adalah metode kualitatif dan merujuki Ahmad Syaikhu pada teori perubahan sosial dan teori sosiologi agama. Tradisi itu juga sebagai perwujudan kuatnya keyakinan masyarakat Banten terhadap kekeramatan ketokohan Sultan Banten.
Tradisi zikiran sultan ini adalah bagian dari tradisi masyarakat Islam Pesisir sebagaimana teori Islam Pesisir mengatakan bahwa tradisi Islam pesisir terbentuk pada upacara atau ritual ibadah dan ritual adat, keduanya dipraktekkan pada pensakralan tiga medan budaya, yakni; makam, masjid dan sumur. Namun dalam tradisi zikiran sultan ini hanya ditemukan pada moti vasi kesadaran agama yang boleh dilakukan di bulan Ramadhon. Demikian juga dalam teori Agama Nelayan, namun bedanya tradisi Zikiran Sultan tidak berpusat pada kelautan. Oleh sebab itu, senada dalam teori Wawacan Syeh, tradisi zikiran sultan ini adalah hasil pengaruh dari kesakralan dan kekeramatan salah satu Sultan Banten terhadap keyakinan keagamaan pen duduk Banten, sehingga dalam keyakinannya itu melahirkan pemujaan dan penghormatan pada ketokohan sultan, yang terbentuk dalam tradisi Zikiran Sultan.








Reviews
There are no reviews yet.